Radar Palangka

18 Orangutan Dimerdekakan

Radar Sampit | Sabtu, 17 Agustus 2013 - 21:14:49 WIB

PALANGKA RAYA - Momen peringatan hari Kemerdekaan RI ke-68 digunakan untuk memberikan kebebasan kepada 18 orang utan Kalimantan Tengah, oleh Yayasan BOS. Sebanyak 18 orang utan yang terdiri dari 12 orangutan betina dan 6 orangutan jantan tersebut, diterbangkan Dari bandara Tjilik Riwut menuju Bandara Dirung Puruk Cahu kabupaten Murung Raya. Orangutan tersebut akan dilepasliarkan dengan menggunakan helikopter di Hutan Lindung Bukit Batikap Murung Raya.

Orangutan tersebut dibagi kedalam dua kelompok penerbangan. Hari pertama (16/8) akan diterbangkan 9 orangutan dan sisanya akan diterbangkan pada hari kedua Sabtu (17/8).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kalteng, Gunawan Budi, mengatakan, berdasarkan data populasi orangutan yang ada di Kalteng sekitar 32 ribu populasi orang utan. Sampai saat ini yang berada di pusat rehabilitasi baik yang ada di Nyaru Menteng dan Pangkalan Bun ada sekitar 800 orangutan.

"Rencana aksi kita tahun 2015 semua orangutan yang ada di pusat rehabilitasi harus dikembalikan ke alam atau dilepasliarkan," tegasnya kepada wartawan, Jumat (16/8).

Dijelaskannya, melihat situasi saat ini, populasi orangutan di Kalteng cukup tinggi, terutama untuk penyebarannya dan pemeliharaan di masyarakat. Namun, berdasarkan data yang ada orangutan yang ada tersebut berasal dari area konsesi lahan.

Ditambahkannya, pelepasliaran orangutan kali ini merupakan yang ke-enam kalinya. Pelepasliaran tersebut dilakukan sejak tahun 2012 dan hingga saat ini total orangutan yang telah dilepasliarkan sudah 82 orangutan.

"Yang kita lepasliarkan hari ini ada sekitar 18 orangutan yang terdiri dari 12 betina dan 6 jantan," tukasnya.

Sebelumnya BKSDA juga menyebut mengapresiasi Pemprov Kalteng dan juga Pemkab Murung Raya dalam program pelepasliaran orangutan di Hutan Lindung Bukit Batikap ini. Dan karena orangutan merupakan satwa yang terancam punah dan dilindungi oleh Undang-Undang," tuturnya.

Disebutkan pula, BKSDA Kalteng terus berkomitmen untuk meningkatkan upaya-upaya pelestarian orangutan dimaksud sesuai dengan yang diamanahkan oleh Direktur Jenderal PHKA melalui Surat Keputusan No. 173/IV-Set/2013.

Sementara itu, Manager Program Reintroduksui Orangutan Nyaru Menteng Kalteng, Anton Nurcahyo mengatakan, sebenarnya target pihaknya adalah melepas liarkan sekitar 150-200 orangutan di Hutan Lindung Bukit Batikap. Namun setelah itu kapasitas daya dukung atau carring capacity dari Hutan Lindung Bukit Batikap akan mencapai titik optimal.

"Kami akan bekerjasama dengan Pemprov Kalteng dan Pemkab Murung Raya untuk mencarikan solusi terbaik dan mencari lakoasi baru yang layak untuk kegiatan pelepasliaran orangutan di tahun-tahun mendatang," ucapnya, di Bandara Tjilik Riwut, Jumat (16/8).

Menurutnya, keberhasilan konservasi orangutan sangat tergantung pada dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, media, dan sektor swasta.

Ditambahkannya, solusi jangka panjang dalam upaya konservasi orangutan berakar pada kerjasama dan dukungan dari  berbagai pihak. Habitat orangutan tidak hanya di dalam konservasi tetapi juga ada di kawasan hutan produksi, hutan lindung dan areal perkebunan, karenanya kerjasama dan dukungan dari pemerintah daerah dan pihak swasta terus diperlukan.

Kemudian melalui rilisnya Dr Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS mengatakan, sektor swasta, khususnya yang telah meraih keuntungan dari sumber daya alam dan telah menyebabkan orangutan tergusur dari rumahnya di hutan, juga harus lebih berperan aktif dalam menjalankan tanggung jawabnya.

"Kebanyakan perusahaan di Indonesia selama ini cenderung meremehkan praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan atau Best Management Practices, dan membebankan biaya lingkungan kepada pihak lain. Sementara fakta yang logis adalah bahwa eksternalitas atau dampak negatif dari sebuah bisnis seharusnya menjadi tanggung jawab bisnis itu sendiri," katanya.


Sehingga, lanjutnya hal ini harus segera berubah dan perubahan ini harus didorong dan dikawal oleh pemerintah melalui regulasi yang ketat dan tegas.
Selain untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68, kegiatan inipun masih merupakan upaya perwujudan target yang tercantum pada Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017 yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim di Bali, 2007, di mana dinyatakan bahwa seluruh orangutan yang ada di pusat rehabilitasi harus telah dilepasliarkan paling lambat pada tahun 2015.

Selama 2012, Yayasan BOS telah melepasliarkan 44 orangutan ke Kalimantan Tengah, dan berencana untuk melepaskan 80-100 orangutan lagi di Bukit Batikap sampai akhir 2013 untuk memenuhi target tersebut. Di tahun 2013 ini, yaitu bulan Februari lalu, Yayasan BOS telah melepasliarkan 20 orangutan pada momen Hari Kasih Sayang. (arj/usy)





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)