Hukum Kriminal

Hari Ini Rekonstruksi Batal Digelar

Kasus Pembunuhan Siti Aisyah
Widodo | Selasa, 16 April 2013 - 14:14:45 WIB

SAMPIT, Rencana aparat kepolisian untuk menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Siti Aisyah (18), warga Jalan Iskandar 22 Nomor 15 RT 08, RW 02 Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, hari ini batal digelar. Korps baju cokelat tersebut belum bisa memastikan kapan rekonstruksi akan digelar. “Untuk rencana rekonstruksi masih belum, dan nanti akan kita tentukan waktunya,” ungkap Kapolres Kotim AKBP Andhi Triastanto melalui Kapolsek Mentawa Baru Ketapang Kompol Sukamat, kemarin (14/4).

Kasus ini terus didalami pihak kepolisian pasca tertangkapnya pelaku beserta barang bukti.  Pemeriksaan pun masih difokuskan kepada Andi yang sementara masih ditetapkan sebagai pelaku tunggal. Sebelumnya rekonstruksi dijadwalkan Jumat lalu (12/4). Namun saat bersamaan cuaca tidak mendukung pihak kepolisian urung menggelar dan menggantinya dengan ekspose perkara.

Seperti diwartakan sebelumnya upaya penghilangan barang bukti (barbuk) yang dilakukan Ariandi alias Andi terbongkar bersamaan tertangkapnya pelaku pembunuhan Siti Aisyah tersebut. Sebuah cangkul dan sebilah pisau yang digunakan pelaku ditemukan di dasar sungai Mentaya, setelah petugas bekerja ekstra melakukan pencarian dengan cara menyelam.

Kapolsek Mentawa Baru Ketapang, Kompol Sukamat mengatakan barang bukti saat ini sudah diamankan. Dari keterangan pelaku, barang bukti berupa cangkul dan sebilah pisau tersebut langsung dibuang pelaku ke sungai Mentaya usai menghabisi korban. “Barang bukti sudah kita temukan dengan melakukan penyelaman di Sungai Mentaya,” kata Sukamat, kemarin (13/4).

Sementara Isar kakak korban pembunuhan berharap Andi bisa dihukum setimpal dengan apa yang sudah dilakukanya terhadap adikanya. Kematian Aisyah saat ini masih sulit dilupakan pihak keluarga.Bahkan dirinya menyebut tersangka sama sekali tidak berperikemanusiaan.

“Saat ini kami masih tidak terima, kenapa harus seperti itu dilakukanya ke adik saya. Perempuan itu jangankan ditusuk-tusuk seperti itu. Dipukul saja sudah pingsan. Itupun tidak tega rasanya kita. Apalgi kalau dibunuh seperti itu,” tukasnya dengan nada kekesalanaya.

Atas perbuatannya tersebut, anak pasangan Zainudin dan Jamaah ini dijerat dengan Pasal 340 sub Pasal 338 dan Pasal 351 Ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, Pasal 338 ancamanya 15 tahun penjara dan Pasal 351 Ayat (3) diancam selama 7 tahun penjara. (co)

 

 

 





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)