Radar Palangka

Ijazah STAIN Ditolak Di Sejumlah Kabupaten, Terutama Jurusan Fisika dan Bahasa

Widodo | Rabu, 02 Oktober 2013 - 15:49:08 WIB

PALANGKA RAYA - Lagi-lagi lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palangka Raya harus gigit jari untuk mengikuti tes CPNS tahun ini, terutama alumni STAIN jurusan Tarbiyah/Pendidikan Prodi/Tadris Fisika dan Bahasa Inggris.

Di dua kabupaten alumni STAIN lulusan Fisika dan Bahasa Inggris tidak lolos seleksi berkas dengan keterangan ijazah tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang diambil. Sebelumnya pada tahun 2010 alumni STAIN Palangka Raya, terutama jurusan tarbiyah prodi Fisika, Biologi dan Bahasa Inggris yang melamar sebagai CPNS ditolak oleh Pemerintah Kabupaten Katingan, karena bergelar S. Pd.I namun setelah dijelaskan dan diklarifikasi persoalan tersebut berakhir dan lulusan STAIN bisa diterima.

Kini kasus serupa kembali terjadi, di Kabupaten Katingan beberapa orang alumni STAIN jurusan tarbiyah, prodi Fisika yang mengambil formasi guru IPA SMP dan guru Fisika SMA dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dengan keterangan, ijazah tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan. Sementara di Kabupaten Lamandau 23 alumni STAIN jurusan tarbiyah prodi Bahasa Inggris juga mengalami nasib yang sama, mereka dinyatakan TMS, lantaran bergelar S. Pd.I dengan keterangan ijazah tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan.

Berdasarkan data yang dihimpun koran ini,  alumni STAIN  jurusan Tarbiyah Prodi Fisika dinyatakan TMS di Katingan, lantaran akta IV yang dikeluarkan STAIN ditafsir hanya untuk mengajar Madrasyah Aliah/SLTA, sementara untuk mengajar SLTP atau SMP akta tersebut tidak bisa digunakan. Sementara di Kabupaten Lamandau alumni STAIN  jurusan Tarbiyah Prodi Bahasa Inggris dinyatakan TMS, lantaran formasi yang diambil tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan. Padahal mereka mengambil formasi guru Bahasa Inggris yang harusnya sesuai dengan jurusan dan prodi yang mereka ambil saat kuliah di STAIN Palangka Raya.

Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Katingan, Wim Ngantung mengatakan, kalau mereka protes silahkan datang ke BKD Katingan dan akan dicek bersama-sama.

"Kalau yang TMS bisa lolos belum tentu, tapi silakan datang dan kita cek bersama-sama," tegasnya kepada wartawan, Senin (30/9).
Dijelaskannya, memang ada beberapa lulusan STAIN yang dinyatakan tidak lolos lantaran izasah tidak sesuai dengan formasi yang diambil. Seperti  salah satu lulusan STAIN jurusan Tarbiyah Prodi Tadris Fisika mengambil formasi guru IPA SMP, namun di akta IV disebutkan yang bersangkutan mengajar di madrasah aliah atau SLTA.

"Jelas sekali yang bersangkutan tidak lolos berkas lantaran berbeda antara akta dengan formasi yang dilamar," tukasnya.

Menurutnya, silahkan yang bersangkutan datang dan akan dilayani, kalau itu bisa diperbaiki akan diperbaiki. Nanti akan dijelaskan dan dibahas bersama.

"Kalau pelamar yang TMS minta penjelasan, silahkan datang kita akan berikan penjelasan. Kalau bisa diperbaiki akan kita perbaiki," ucapnya.

Dijelaskannya, persoalannya bukab lulusan STAIN tidak bisa mendaftar, tapi akta dengan kualifikasi yang dilamar tidak sesuai. Kalau yang bersangkutan mengambil SMA bisa, karena di akta ditulis bisa mengajar madrasah aliah atau SLTA.

"Kalau lulusan Fisika STAIN mengambil SMA tentu bisa," ujarnya.

Sementara itu, pihak STAIN Palangka Raya melalui Wakil Ketua Bidang Akademi dan Pengembangan, Fahmi mengatakan bahasa dalam akta itukan menjelaskan kewenangan seseorang dalam melakukan tugas. Maka apabila dalam akta disebutkan yang bersangkutan mengajar dijenjang tertinggi, yaitu di SLTA/sederajat.

Menurutnya, berdasarakan undang-undang guru, untuk mengajar ditingkat dasar dan menengah itu kualifikasinya Strata satu (S1), maka di akta disebutkan yang tertinggi yaitu SLTA sederajat, dengan demikian otomatis yang dibawah juga bisa.

"Undang-undang mengatur bahwa kualifikasi S1 bisa mengajar SLTA ke bawah atau dari bawah ke atas. Artinya yang tertinggi saja bisa, kenapa yang di bawah tidak bisa," tegasnya.

Dijelaskannya, kalau persoalan akta yang menyebabkan lulusan STAIN dinyakan gugur itu tentunya sangat merugikan lulusan dan pihak STAIN. Sementara kualifikasi pendidikan lulusan STAIN benar saja yang bersangkutan lulusan Fisika dan Bahasa Inggris di STAIN.

"Sangat merugikan pihak STAIN dan lulusan kalau salah menafsirkan tentang teks yang terdapat pada akta," tukasnya.

Menurutnya, terkait di Katingan kasus serupa tidak kali pertama terjadi, pihak STAIN akan menjelaskan dengan surat kepada BKD kabupaten terkait kualifikasi pendidikan di STAIN, terutama di prodi Tadris Fisika, Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Biologi.

"Kita akan menjelaskan kepada pemerintah daerah atau BKD, kalau perlu surat kita akan kirim surat," tukasnya.


Sementara itu, beberapa orang lulusan STAIN juga masih bingung terkait berkas lamaran mereka dinyatakan tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan. Padahal mereka di STAIN mengambil jurusan tarbiyah Tadris Fisika dan Bahasa Ingrris, namun ketika melamar menjadi guru IPA SMP, guru Bahasa Inggris SMP dan guru Fisika SMA tidak lulus.

"Saya masih bingung terkait putusan tersebut dan menjadi pertanyaan, kenapa izasah tidak sesuaio kualifikasi," ujar salah seorang lulusan STAIN yang dinyatakan TMS, Lita.

Dikatakannya, pihaknya telah mendatangi BKD katingan dan mereka berjanji nanti akan disampaikan melalui pengumuman.

“Namun, kami tetap kecewa lantaran hal tersebut sangat merugikan kami,” tandasnya. (arj)





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)