Kotawaringin Timur

Jengkol Langka, Harga Tetap Stabil

Radar Sampit | Selasa, 20 Agustus 2013 - 20:35:27 WIB

S alah satu pedagang sayur yang menjual jengkol di PPM Sampit.

SAMPIT- Ramai diberitakan di Pulau Jawa harga Jengkol melesat tinggi dan bahkan ada yang melebihi dari harga Ayam potong karena mencapai Rp 50 ribu per kilogram, nampaknya hal tersebut tidak berlaku di Sampit. Seperti di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit,  harga jengkol relatif murah  yaitu berkisar Rp 20 ribu per kilogram walaupun untuk ketersediaan tidak terlalu banyak karena peminatnya sedikit.

Dari pantauan koran ini di  PPM dan Pasar keramat hampir tidak ada pedegang sayur yang menjual jengkol, di PPM hanya ada satu pedagang yang menjual jengkol dan  itu pun jumlahnya sangat sedikit dan didatangkan dari Samuda.

Asniah salah satu pedagang sayur yang juga menjual jengkol di PPM menjelaskan, peminat jengkol disampit sangat sedikit bahkan hampir tidak ada terkecuali pada saat tertentu dan perayaan hari besar saja.

“Untuk Rumah Makan yang ada disampit juga sangat jarang menyediakan menu masakan dengan Jengkol terkecuali Rumah Makan Padang,” jelasnya kepada Radar Sampit Kemarin (19/8).

Di lain tempat, di pasar Keramat bahkan tidak ada terlihat jengkol dijual. Diungkapkan pedagang sayur  setempat, Titin, untuk jengkol memang jarang dijual karena memang tidak terlalu diminati walaupun di Pulau Jawa sangat dicari. Menurutnya, untuk jengkol yang dijual  biasanya d didatangkan dari Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, mengingat karena di sana masih banyak pentani sayur yang memiliki pohon jengkol.

“Sekarang memang lagi tidak musim jengkol jadi kami tidak jualan jengkol, walaupun langka tapi harga jengkol tetap saja tidak ada kenaikan. Kalaupun musim harganya juga tidak mahal mungkin karena tidak terlalu menjadi bahan pokok pilihan sayur sehari-hari,” pungkasnya.

Diinformasikan, beberapa daerah memiliki istilah sendiri-sendiri untuk menyebut tanaman ini. Misalnya jengkol atau erring dipakai orang Jawa, lubi istilah orang Sulawesi, jariang untuk wilayah Minangkabau, jaring untuk daerah Lampung dan joring atau jering untuk daerah Batak, biji pohon jengkol ini juga bisa diolah menjadi berbagai menu makanan. Misalnya dijadikan keripik, semur atau jenis kudapan lain. (rm-62)





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)