Radar Pangkalan Bun

Lagi, Pegawai Disbudpar Jadi Tersangka

Ditahan di Lapas Klas IIB Pangkalan Bun
Widodo | Jumat, 03 Mei 2013 - 07:44:38 WIB

PANGKALAN BUN, Jumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi retribusi masuk Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) terus bertambah. Kemarin (1/5), Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Bun secara resmi menetapkan DS, salah satu pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kobar. Sebelumnya DS didampingi kuasa hukumnya Suriansyah diperiksa di ruang Kasi Pidana Khusus (Pidsus).

Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun, Agustinus Widjono melalui Kasi Intel, Jonathan Suranta Martua mengatakan penetapan DS sebagai tersangka sudah dilakukan. Bahkan DS langsung dilakukan penahanan pukul 16.30 Wib dan ditempatkan di Lapas Klas IIB Pangkalan Bun.  “Kalau penahanan pasti, karena hukum diberlakukan sama,” ungkap Jonathan kepada sejumlah media.

Disinggung terkait apa keterlibatan DS dalam kasus dugaan korupsi ini, Jonathan belum membeberkan secara gamblang karena menurutnya masih dalam tahap penyidikan. “Untuk keterlibatan tersangka ini, kemudian kerjasamanya dengan WR (tersangka sebelumnya) masih kita dalami, namun kita kuat dugaan ikut terlibat, berdasarkan bukti yang ada,” ujarnya lagi.

Kepada DS, jaksa menjerat pasal 2,3,9 Undang-Undang nomor 20 tahun 2001, tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kemudian jo pasal 55 KUHP karena bersama-sama. DS, tugasnya di Disbudpar sebagai petugas yang mengantar dan mengambil tiket retribusi TNTP.

Dibeberkan Jonathan, masih dalam kaitan kasus ini, Jumat besok (3/5) akan ada lima orang yang akan dipanggil untuk memberikan keterangan. Dari lima orang tersebut, salah satunya adalah kepala Disbudpar Kobar Abdul Wahab, untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Sedangkan empat orang lainnya ia mengaku masih belum mengetahui siapa saja orangnya. “Memang rencananya akan ada lima orang yang dipanggil sebagai saksi, salah satunya pak Kadisbudpar, yang lainnya saya belum tahu,” kilahnya.

Sementara terkait apakah akan ada tersangka lagi setelah dua orang ini, Jonathan belum berani memastikan tetapi pada dasarnya kasus ini masih dalam tahap penyidikan dan masih digali lebih jauh terkait siapa saja yang terlibat, kemudian perannya sebagai apa dan seterusnya.

Sebelumnya Kepala Disbudpar Kobar, Abdul Wahab mengatakan, dengan adanya kasus ini, pihaknya mengaku akan menjadikan momentum untuk melakukan pembenahan di tubuh Disbudpar. Menurutnya kasus ini sudah ditangani secara hukum sehingga ia masih mengikuti perkembangannya.

Terpisah Kapolres Kobar AKBP Novi Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Juyanto, dikonfirmasi terkait hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalteng terkait berapa kerugian dugaan korupsi TNTP ini mengaku hasilnya masih belum keluar. “Hasil audit BPKP belum disampaikan BPKP,” terangnya. (sam)  

 





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)