Radar Palangka

Veteran Semakin Dilupakan

“Setiap Tahun Kami Tidak Pernah Diundang”
Radar Sampit | Minggu, 18 Agustus 2013 - 22:32:15 WIB

DILUPAKAN: Sejumlah veteran saat mengikuti upacara detik-detik Proklamasi di Lapangan Senaman Mantikei, Sabtu (17/8).

PALANGKA RAYA - Peringatan kemerdekaan RI ke-68 yang selalu dilaksanakan setiap tahun seolah hanya acara seremonial pemerintah agar tidak dianggap melupakan perjuangan para pahlawan yang merebut kemerdekaan. Faktanya, pemerintah seakan lupa dengan para veteran yang hidup dalam masa perjuangan kemerdekaan. Veteran semakin dilupakan, bahkan, ada yang tak pernah diundang saat detik-detik proklamasi kemerdekaan RI.

Hal tersebut terungkap dari pengakuan veteran yang mengikuti upacara detik-detik proklamasi di lapangan Sanaman Mantikei, Sabtu (17/8) siang. "Sepertinya pemerintah tidak memperhatikan kami lagi, untuk peringatan hari ulang tahun, setiap tanggal 17 saja kami tidak pernah diundang," kata salah satu veteran, Jamhuri Djuma.

Pria asal Tumbang Lapan, Rungan ini mengaku, dirinya menyempatkan diri mengikuti upacara sakral dengan kondisinya yang sudah renta tersebut hanya didasari semangat serta rasa cinta terhadap tanah airlah. Rasa nasionalisme yang mengakar kuat itulah yang menggerakkan para veteran untuk datang dan mengikuti upacara. "Sebagai veteran kita merasa wajib, bahwa setiap tanggal 17 Agustus harus ikut upacara," tegasnya.

Jamhuri merasa sudah mulai dilupakan pemerintah. Hal itu terlihat dari kecilnya tunjangan sebagai bentuk penghargaan yang diberikan pemerintah kepada veteran. Mantan TNI angkatan darat ini mengaku hanya mendapat tunjangan veteran senilai Rp 450 sejak pertama mendapatkan piagam sebagai pejuang. Nilainya tidak pernah bertambah satu sen pun sejak tahun 1981.

“Mungkin karena kita sudah tua, sehingga tidak dianggap lagi. Uang sebanyak itu, untuk zaman dulu masih banyak, tetapi sekarang tentu berbeda," katanya.

Jamhuri menuturkan, sejumlah veteran di Kalteng ternyata belum terdata serta masuk dalam wadah khusus untuk menjaga kesejahteraan dan ikatan antar veteran tersebut. "Kita tidak banyak meminta penghormatan, kita sudah tua sering sakit, bekerja juga tidak bisa lama. Setidaknya pemerintah memberikan untuk kebutuhan yang mungkin kami perlukan," sebutnya.

Sementara itu, salah seorang peserta upacara, Supian, mengaku prihatin terhadap nasib para veteran tersebut. Seharusnya para veteran diberi penghargaan yang layak, namun, hal yang terlihat, sejumlah veteran seakan hanya menjadi pelengkap dalam setiap upacara HUT RI. "Harusnya para veteran ini duduk paling depan, bukannya paling belakang seperti sekarang, karena mereka inilah bagian dari peringatan kemerdekaan ini, tanpa para pejuang ini tidak mungkin ada kemerdekaan," katanya.

Sementara dari pantauan Radar Palangka, ada sekitar 30-an orang veteran yang hadir dalam upacara tahun ini. Sebelumnya, sudah menjadi rutinitas di Provinsi Kalteng jelang tanggal 17 Agustus Gubernur dan wakil berserta SKPD, DPRD Kalteng juga Wali Kota dan DPRD Kota Palangka Raya, melakukan upacara renungan suci di taman makam pahlawan Sanaman Lampang, Jalan Tjilik Riwut Km 2. (usy)





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)